Popular Posts

Labels

Berita RUU Pilkada: Pemerintah Usul, Bupati/Wako Dipilih DPRD

cerita ruu-pilkada

JAKARTA - Pembahasan Rancangan Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU pilkada) yang melibatkan pemerintah dan DPR, hingga akhir pekan lalu masih berlangsung alot.

Materi krusial menyangkut mekanisme pilkada pun, meski Panja RUU pilkada itu sudah rapat 10 kali, belum juga tercapai kesepakatan.
Direktur Fasilitasi Kepala Daerah, DPRD, dan Hubungan Antarlembaga, Kemendagri, Dodi Riyadmadji, menjelaskan, mayoritas fraksi di DPR ngotot menghendaki pilkada gubernur dan bupati/walikota tetap dilakukan lewat pemilihan langsung oleh rakyat.
Draf awal RUU yang diajukan pemerintah, gubernur dipilih oleh DPRD sedangkan bupati/walikota dipilih secara langsung oleh rakyat.
Merespon sikap fraksi-fraksi di DPR, pihak pemerintah mencoba menawarkan mekanisme lain.  "Pak Dirjen (Dirjen Otda Kemendagri, Djohermansyah Djohan, red) menawarkan, untuk gubernur dipilih langsung dan sebaliknya pemilihan bupati/wako oleh DPRD," ujar Dodi saat diskusi mengulas perkembangan pembahasan RUU pemilukada, di Cisarua, Bogor, akhir pekan lalu.
"Jadi, mekanisme pemilihan kepala daerah belum ada titik temu," ujar alumni Fisipol UGM yang terlibat langsung dalam pembahasan RUU pilkada itu.
Mengapa konsep pemerintah diubah, dari usulan gubernur dipilih DPRD menjadi dipilih langsung oleh rakyat? Dodi menjelaskan, ini tidak lepas dari berkembangnya gagasan untuk memperkuat kedudukan provinsi dan peran gubernur dalam sistem pemerintahan daerah ke depan. Mengenai penguatan peran gubernur ini, diatur di RUU pemda, sebagai revisi UU Nomor 32 Tahun 2004. 
Berita RUU Pilkada: Pemerintah Usul, Bupati/Wako Dipilih DPRD

Source: http://www.jpnn.com/read/2013/04/15/167354/Pemerintah-Usul,-Bupati/Wako-Dipilih-DPRD-

Berita Geng Motor Makasar Kian Meresahkan

geng motor makasar

MAKASSAR -- Aksi brutal sejumlah pemuda yang menggunakan sepeda motor atau yang kerap disebut "Geng Motor" cukup meresahkan. Puluhan aksi kekerasan yang disebut melibatkan anggota geng ini selalu terjadi saat malam hari.
Aksi kekerasan jalanan ini melibatkan pengguna jalan sebagai korbannya. Sebut saja, Dedi Wahyudi, 30. Warga Jalan Korban 40 Ribu Jiwa, Kota Makassar, Sulawesi Selatan ini menjadi korban aksi brutal geng motor, Minggu 7April lalu. Sepeda motor milik korban dibakar beramai-ramai oleh kelompok geng itu.
Tidak hanya itu. Aksi brutal kawanan pemuda dengan motornya ini juga menimpa wartawan Fajar TV, Harun Rasyid, 22. Harun yang hendak meliput bentrokan di Jalan Dangko, Jumat 5 April malam, berpapasan dengan sekelompok geng motor. Puluhan anggota Geng Motor ini melepaskan anak panah ke pundak korban. Korban yang saat itu  berboncengan terkena luka busur di lengan kirinya.
Informasi yang dihimpun FAJAR (Grup JPNN), geng motor biasanya diawali dengan aksi balapan liar di jalanan yang dianggap cocok untuk menjadi lokasi balapan. Titik-titik lokasi balapan liar itu biasanya berada di Jalan Veteran Utara, Jalan Veteran Selatan, Jalan Bandang, dan Jalan Landak. Jika ada warga yang mengganggu jalannya balapan liar, maka siap saja menjadi sasaran kebrutalan aksi geng motor ini.
Dari beberapa anggota geng motor yang diamankan petugas kepolisian, sebagian besar di antara mereka masih berusia remaja. Salah satunya adalah Resaldi Fitra, 17. Tersangka pembakar motor di Jalan Andalas ini nekat membakar motor pengguna jalan bersama sembilan rekan tersangka yang semuanya adalah pelajar.
Pelaku penyerang wartawan Fajar TV, Harun Rasyid juga teridentifikasi masih berusia remaja. Minggu 14 April, dini hari, jajaran kepolisian sektor Panakkukang mengamankan 11 pemuda yang sedang melakukan aksi balapan liar di Jalan Urip Sumoharjo. Dua di antaranya teridentifikasi sebagai anggota kelompok yang membusur jurnalis Fajar TV itu. Keduanya bernama Asrianto, 16, dan Herman, 15.
"Keduanya sudah kita serahkan ke Polsek Makassar. Mereka diduga anggota yang terlibat pembusuran wartawan Fajar TV," jelas Kapolsekta Panakkukang, Kompol Agung Kanigoro.
Agung mengatakan, pemuda yang diamankan ini teridentifikasi adalah anggota geng motor Mappakoe. Nama geng motor ini memang terkenal cukup meresahkan di Makassar. Biasanya mereka melakukan aksi balapan liar saat malam minggu atau hari libur lainnya.
Dia menambahkan, dari 11 pemuda yang diamankan itu, sebanyak sembilan di antaranya hanya diberikan pembinaan. Menurut dia, kesembilan pemuda tidak memiliki senjata tajam saat diamankan polisi. Sementara dua orang lainnya tertangkap karena kedapatan membawa badik.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Endi Sutendi mengatakan, sejauh ini jajaran kepolisian daerah Sulsel telah berkali-kali melakukan upaya untuk menghentikan aksi kekerasan geng motor di Makassar. Selain melakukan tindakan pencegahan saat balapan liar, polisi juga melakukan upaya pencegahan di semua sekolah yang ada di Makassar.
Dia mengatakan, sejauh ini, polisi telah melakukan penyuluhan dan imbauan ke sekolah secara bergilir sebagai fungsi pembinaan masyarakat. Penyuluhan bahkan dilakukan langsung oleh pejabat kepolisian.
"Pejabat kepolisian seperti Kapolsek dan Kapolres itu sudah berkali-kali memberikan penyuluhan. Bahkan, mereka biasanya menjadi inspektur upacara di sekolah," jelas Endi. 
Berita Geng Motor Makasar Kian Meresahkan

Source: http://www.jpnn.com/read/2013/04/15/167356/Geng-Motor-Kian-Meresahkan-

Berita Penundaan UN Sulteng Pengaruhi Psikologi Siswa

un ditunda

KENDARI - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara (Sultra) Damsid mengatakan penundaan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA dan MA di Sulawesi Tenggara akan mempengaruhi kejiwaan siswa.
Mantan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Haluoleo itu mengatakan secara tidak langsung mental siswa yang sudah siap-siap akan menurun setelah mengetahui penundaan ini.
"Penundaan UN yang baru pertama kali terjadi di Sultra besar kecil pasti akan memberikan pengaruh terhadap jiwa peserta UN, mungkin sudah siap akan ujian senin, tetapi karena saol UN yang belum sampai sehingga terpaksa ditunda sampai Rabu," kata Damsid seperti yang dilansir Kendari Pos (JPNN Group).
Meskipun demikian, ia tetap memberikan motivasi kepada seluruh peserta ujian agar tetap konsentrasi dengan pelajaran yang akan diujiankan, jangan sampai hal tersebut membuat siswa berkecil hati.
"Ujian akan tetap dilaksanakan, hanya saja waktunya yang mundur karena kendala teknis, saya himbau kepada seluruh siswa untuk tetap semangat menghadapi ujian karena apa yang akan diujikan itu merupakan evaluasi dari pelajaran yang selama ini telah diajarkan di kelas," himbaunya.
Untuk itu, ia optimis akan kesiapan seluruh peserta UN bisa kembali normal seperti sediakala. "Kalau terus disemangati dan diberikan motivasi, saya yakin semua peserta bisa lulus dengan nilai yang baik, untuk itu sekali lagi saya himbau agar tetap konsentrasi jangan terganggu," pesannya.
Seperti diketahui, sedianya ujian akan digelar Senin (15/4) hari ini. Namun karena distribusi soal molor, maka UN di Sulawesi Tenggara terpaksa diundur Rabu (17/4).

Source: http://www.jpnn.com/read/2013/04/15/167357/Penundaan-UN-Pengaruhi-Psikologi-Siswa-

Berita Tilang Sistem Gembok Mulai Berlaku (Pettarani)

makasar terkini
MAKASSAR - Tim terpadu penindakan larangan parkir di sepanjang bahu Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan mulai memberlakukan sistem tilang gembok mulai hari ini. Sistem ini dilakukan setelah pekan pertama tim menemukan kendala yang dihadapi petugas di lapangan.
Kepala Bidang Operasional Dinas Perhubungan Makassar, Hasan Bisri mengatakan, kendala di lapangan yang dimaksud adalah adanya pemilik atau sopir mobil yang tidak berada di tempat saat dilakukan penindakan. Kondisi seperti itu membuat tim tidak dapat memberikan surat tilang.
Karena itu, setelah dilakukan evaluasi dari seluruh rangkaian penindakan yang dilakukan pekan pertama disepakati untuk segera dilakukan penindakan dengan sistem gembok. Sistem gembok diterapkan untuk mobil yang sopir atau pemiliknya tidak berada di tempat saat penindakan berlangsung.
Gembok yang terpasang sedianya dibuka kembali setelah surat tilang diberikan. "Kalau sudah digembok lantas sopirnya tidak keluar maka langsung diderek. Penderekan baru dilakukan apabila kendaraan yang digembok tidak bergeser dari posisi awal selama 24 jam," paparnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Chaerul A Tau mengungkapkan, penindakan yang dilakukan tim terpadu yang melibatkan unsur Polri dan TNI pada dasarnya merupakan bentuk pembinaan terhadap masyarakat untuk tertib berlalu lintas dan mematuhi aturan yang berlaku.
Melalui pemberian tilang diharapkan adanya perubahan perilaku atau sikap masyarakat dalam menyikapi aturan. Keberhasilan proses penegakan suatu aturan bukan hanya peran petugas di lapangan, tapi kata Chaerul A Tau, harus ada peran dari masyarakat itu sendiri.
"Keberhasilan itu karena dorongan semua elemen masyarakat," paparnya. Terkait masih adanya kendaraan yang tetap menggunakan bahu jalan sebagai lahan parkir, menurut Chaerul, semua itu tidak terlepas dari banyaknya kepentingan di wilayah itu.
Kepentingan yang dimaksud adalah di sepanjang Jalan AP Pettarani banyak terdapat pertokoan, perkantoran, hingga unsur bisnis lainnya. "Lahan parkir di areal itu sebenarnya ada. Namun, luas lahan yang tersedia tidak memadai. Dan setiap hari rata-rata penuh. Makanya ada yang keluar," paparnya.
Pelaksanaan penindakan yang dilakukan tim yang terdiri dari Ditlantas Polda Sulsel, Satlantas Polrestabes Makassar, Den POM VII Wirabuana, Dinas Perhubungan Kota Makassar, dan Satuan Polisi Pamong Praja Pemkot Makassar, telah menjaring beberapa kendaraan.
Rata-rata sopir ataupun pemilik kendaraan yang terjaring mengaku belum mengetahui adanya aturan ini. Juga, mereka berdalih baru mengetahui adanya aturan, dan berbagai alasan lainnya. Karena itu, mulai hari ini diharapkan tidak ada lagi pengendara yang memarkir kendaraan di bahu jalan AP Pettarani.
"Tidak boleh ada istilah seperti itu lagi. Aturan ini sudah lama disosialisasikan. Selama mesin dalam keadaan mati, kendaraan tidak bergerak di lokasi yang terlarang kendaraan akan langsung ditilang," kunc Hasan Bisri, Minggu, 14 April.

Source: http://www.jpnn.com/read/2013/04/15/167358/Tilang-Sistem-Gembok-Mulai-Berlaku-

Berita Krisis Nerazzurri InterMilan Kian Menjadi

Berita Krisis Nerazzurri InterMilan Kian Menjadi
TRIESTE - Inter Milan sedang terpuruk dalam krisis. Mereka kehilangan tiga striker andalannya sekaligus karena cedera, yakni Diego Milito, Rodrigo Palacio, dan Antonio Cassano. Praktis, tinggal striker gaek Tomasso Rocchi yang tersisa.
   
Masalahnya, Rocchi sudah mulai kehilangan sentuhannya pada usia ke-35 tahun. Sejak bergabung bersama Inter pada Januari lalu, dia baru menyarangkan satu gol dari tujuh laga. Dia kembali gagal mencetak gol tadi malam saat Inter dihajar Cagliari 0-2 (0-0).
Bermain di Nereo Rocco, markas sementara Cagliari, Inter kesulitan menembus pertahanan Cagliari. Mereka malah kebobolan melalui titik penalti oleh gol Mauricio Pinilla pada menit ke-63. Pinilla menggandakan skor pada menit ke-76.
Kekalahan yang menyesakkan buat Nerazzurri, julukan Inter. Sebab, dalam lima pertandingan terakhir mereka hanya sekali menang, yakni atas Sampdoria 2-0 (3/4), sisanya selalu kalah. Alhasil, posisi mereka melorot ke peringkat ketujuh dengan 50 poin.
Saat Inter terpuruk, AS Roma mengambil kesempatan. Kemenangan atas Torino 2-1 (1-1) di Olimpico, Turin, membuat mereka naik ke peringkat keenam dengan 51 poin. Koleksi angka mereka sama banyak dengan Lazio yang di zona Eropa, hanya kalah head to head. Lagipula, Lazio baru akan melakoni laga giornata ke-32, dini hari nanti menjamu Juventus.
Menantang Torino, Roma unggul lebih dulu melalui Pablo Osvaldo pada menit ke-22, sebelum disamakan Rolando Bianchi pada menit ke-31. Pada akhirnya, striker muda asal Argentina Erik Lamela menjadi pahlawan dengan golnya pada menit ke-60.
Sementara itu, Cagliari cukup beruntun dengan kemenangan atas Inter. Sebab, klub yang musim ini terusir dari markasnya Stadio Sant"Elia dan berpindah ke Stadio Is Arenas. Sayang, di stadion baru ini juga bermasalah karena dianggap tidak memenuhi syarat.
Dampaknya, Cagliari layaknya tim nomaden, selalu berpindah. Menjamu Inter, mereka bermain di Nereo Rocco. "Kami seperti bermain di tempat netral. Sungguh sulit bagi fans kami menyaksikannya karena terlalu jauh," kata Diego Lopez, asisten manajer Cagliari, seperti dikutip Football Italia. 

Source: http://www.jpnn.com/read/2013/04/15/167359/Krisis-Nerazzurri-Kian-Menjadi-